Senin, 26 November 2012

Puisi Islami

 
SYAIR-SYAIR JIHAD
Apa untuk Jihad di Sana Ada yang Mencari Jalan ?
Bagi setiap musibah ada penghibur yang meringankannya
Tapi bagi yang menimpa Islam tiada penghiburnya
Sampai semua mihrob menangis padahal ia benda mati
Bahkan seluruh mimbar merintih sedangkan ia kayu jati
Seorang `Abid yang tunduk kepada Alloh lagi penuh kekhusyu`an
Sedang air mata dari kedua pipinya bercucuran
Kini masjid-masjid telah menjadi gereja di waktu maghrib
Tidak ada di dalamnya selain lonceng dan kayu salib
Itulah musibah melupakan apa yang telah lalu
Dan tidak mungkin lupa walau waktu telah lama berlalu…
Wahai para penunggang kuda yang kurus kelelahan
Seolah ia burung penyambar dalam bidang pacuan
Wahai para penyandang pedang India yang tajam
Seolah ia bara api di kegelapan malam yang kelam
Wahai orang-orang bercengkrama di belakang sungai karena gembira
Di negerinya mereka memiliki kejayaan dan kuasa…
Apa kalian telah mengetahui berita tentang Islam sekarang
Sungguh para pengendara telah berjalan dengan berita mereka
Sungguh banyak para tokoh meminta bantuan
Sedang mereka tawanan dan terbunuh
Namun tidak bergeming satupun manusia
Kenapa saling memutus dalam Islam di antara kalian
Sedang kalian wahai hamba-hamba Alloh adalah Saudara
Apa tidak ada jiwa-jiwa besar yang memiliki cita-cita
Apa terhadap kebaikan ini ada penolong dan pembela…
Hai orang-orang yang untuk membela suatu kaum telah terpecah banyak golongan
Yang karenanya mereka diserang kekafiran dan kedurjanaan
Kemarin mereka raja-raja di istana mereka
Sekarang dalam belenggu kekafiran mereka menjadi sahaya
Andai engkau melihat mereka bingung tiada penunjuk jalan
Berbagai pakaian kehinaan mereka telah rasakan
Andai engkau lihat tangisan mereka saat diperjual-belikan
Tentu engkau terperangah dan diliputi kepedihan…
Ya Robb, bayi dan sang ibu telah dipisahkan
Sebagaimana ruh telah dijauhkan dari badan
Sang puteri yang tak pernah dilihat matahari dengan terbuka
Seolah ia berlian dan batu permata
Kini digiring si bule sebagai budak seraya dihinakan
Matanya menangis dan hati penuh keheranan
Untuk seperti ini hati luluh karena kesedihan
Andai di hati ini ada Islam dan keimanan
Apa untuk Jihad disana ada yang mencari jalan…
Sungguh surga peristirahatan telah penuh dengan hiasan
Bidadari dan para pelayan telah menengok dari kamar-kamar
Mendapatkan kebaikan ini demi Alloh mereka para pendekar
Kemudian sholawat kepada Al-Mukhtar dari Alloh semoga di limpahkan
Sepanjang angin berhembus dan berguncang dahan pepohonan…
HANTARKAN AKU KE SANA….
Gejolak yang membuncah memenuhi dada ini…
Bersama asa yang rindu mendalam…
Dari hamba yang berlumur dosa dan kealpaan…
Berharap dapat bersua dengan-Mu…
Wahai Rabbul`alamiin…
Dengan taubat ku berharap…
Kuatkan jiwa ini mendatanginya…
Kokohkan langkah kaki ini menempuhnya…
Azzamkan niat ini dalam mencapainya…
Ikhlaskan hati ini menjalaninya…
Aku rindu…aku rindu…aku rindu…
Rindu berjumpa dengan-Mu dalam SYAHADAH…
Rindu bersua dengan-Mu dalam IMAN…
Rindu bersama-Mu dalam TAUHID…
Rindu indahnya hidup dalam naungan ridha-Mu…
Syari`at ISLAM…Daulah ISLAM…Khilafah ISLAM
Duhai Alloh yang tiada sekutu bagi-Mu…
Hantarkanlah kerinduanku ini…
Mudahkanlah…
Lapangkanlah…
Tuk raih cita-cita…
KEMULIAAN HIDUP DALAM ISLAM, ATAU
KESYAHIDAN DALAM PERJUANGAN
Aku berharap termasuk yang Kau hantarkan….
Ridhai dan kabulkanlah…
Amien ya Alloh, ya Rabbal`alamiin…
MUJAHIDAH DARI BUMI JIHAD
Aku Wanita Mujahidah Sejati…
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah
Tak mungkin ku pilih dirimu.. .bila dunia lebih kau damba…
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia…
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku…
Bulat tekadku untuk menemanimu…
Aku Wanita mujahidah pilihan…
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad…
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an…
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad…
Andai tak siap bisa kau pilih…
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku…
terlebih keluh kesahku…
Tak mungkin aku memilihmu…
bila yang fana lebih kau cinta…
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota…
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana…
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu…
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu…
Meniti jalan panjang di medan jihad…
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah…
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang…
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu…
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu…
Aku wanita dari bumi Jihad…
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad…
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan…
tepiskan semua mimpi yang tak berarti…
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri…
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan…
Yang melepasku dengan selaksa do`a…
meraih syahid… tujuan utama…
Robbi… terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu…
Kuharapkan penolong dari hambaMu… menemani perjalanan ini.
PRINCE OF JIHAD
Aku
Apa gerangan yang dilakukan musuh pada diriku
Aku, sungguh surgaku ada di hatiku
Dan taman-taman yang indah ada di dadaku
Ia selalu terus ada tetap bersamaku
Dan selalu ikut kemana saja kepergianku
Tak seorangpun bisa merampasnya dariku
Aku, andai mereka sampai membunuhku
Maka itulah waktu khalwat bersama Tuhanku
Dan jika mereka berani membunuhku
Sungguh, itulah bentuk kesyahidan bagiku
Dan merekapun akan segera menyusul kepergianku
Dan jikalau mereka dari negeri ini mengugusurku
Maka ku anggap itulah bentuk wisataku
Aku adalah aku yang mengerti benar jalan hidupku
Aku takkan pernah peduli dengan orang yang mencelaku
Selagi Allah tetap ridha dan mencintaiku
Aku tahu bahwa thaghut tidak menyukaiku
Tapi itu tidak masalah selama aku ada di jalan Tuhanku
Dan mana mungkin syaitan menyukai ajaran Nabiku
Tauhid akan kujunjung di atas kepalaku
Dan Pancasila syirik kan ku injak dengan kakiku
Hukum ilahiy ku angkat tinggi dengan tanganku
Dan undang-undang kafir kan ku tebas dengan pedangku
Enyahlah hai hamba thaghut, kalian adalah musuh abadiku
Dan aku adalah musuhmu sepanjang hidupku
Bila kalian ragu dengan ajaran tauhidku
Dan merasa benar dengan ajaran musuh Tuhanku
Mari kita mati bersama !  kamu dan aku..
YA MUJAHID
Ya mujahid ……
sungguh apabila maut berjumpa dengan engkau
akan lari pucat pasi dan mencari jalan untk kembali
sambil melarikan diri kmatian takut dengan engkau
ya mujahid……
engkau selalu mencintainya dimanapun engkau berada
tiadalah engkau berlambat lambat darinya ataupun maju mendahuluimu
maka engkau dapati celaan dalam mencintainya amatlah nikmat
terasa senang mengingtnya maka biarkan celaan mencela engkau
ya mujahid……
engkau tegak berdiri dan tak ada keraguan dalam kematian bagi orang yg tegak berdiri
seolah olah engkau berada dipelupuk sang maut yg tengah tertidur
lewat padamu para perwira yg tengah luka dan cedera sementara wajahmu tetap putih berseri;
mulutmu tetap tersungging senyum
ya mujahid……
adakah raja itu memiliki daging di atas meja hidangan
apabila pedang-pedangmu masih kehausan dah burung burung masih kelaparan
sampai aku kembali pena penaku mengatakan padaku
kemulian itu milik pedang bukan milik pena
ya mujahid……
andai aku masih diberi umur , akan kujadikan perang sebagai ibu
tombak sebagai saudara dan pedang sebagai bapak
dengan rambut kusut masai terseyum meyongsong kematian
hingga seolah-olah ia mempunyai keinginan dalam kematian nya
berjalan cepat,, cepat,,jangan sampai terlambat
hingga hampir hampir ringkikan kuda melemparku dari pelananya
lantaran gembira dan melonjak-lonjak menyongsong perang
ya mujahid……
semoga allah merihoimu semoga allah merahmatimu
hingga dalam seyummu yg indah
engkau ingin mengatakan pada kami
aku sudah menepati janjiku aku sudah menjual diriku
maka kapan giliranmu wahai saudara maka kapan giliranmu wahai saudara??
ZIONIST ? SALIBIS ? OUT !!
Belum kering tetesan darah saudaraku yang tumpah,
karena ulah tangan kotor anda
Belum berhenti tangis adikku ditinggal ibu tercinta,
Karena keconkakan tangan najis anda
Belum habis kepulan debu rumahku terhantam hancur,
Karena buldoser laknat milik anda
Belum reda teriakan takbir ayahku mempertahankan Izzatul Islamnya,
Karena paksaan dan propaganda dusta anda
Kami berjanji……..
Tidur anda tidak akan pernah nyenyak
Makan anda tidak akan pernah nikmat
Tiap tarikan nafas anda tidak akan pernah lega
Meski ruh-ruh kami menguap ke angkasa
Semangat jihad kami senantiasa mengganda
Menjadi syaithon pengganggu ketenangan anda
Hai…anda dajjal berwajah bush….dajjal berwajah blair….
Dajjal berseragam tentara sekutu…
Kami katakan…..
Anda tidak akan pernah merasakan kemenangan,
Anda akan menelan kehinaan dunia dan keburukan akhirat
Mengekor, menjadi bayang hitam setiap waktu
Hingga ALLOHU TA`ALA menurunkan azab pada anda dan teman-teman anda!!!
IZINKAN AKU BERCERITA TENTANGMU...!!!
Jangan pernah lelah wahai Mujahidku
Karena ku kan senantiasa dibelakangmu untuk mendukungmu
Jangan kau tengok ke belakang, lihatlah kedepan
Didepan ada musuhmu, musuh Tuhan kita
Jadikan mereka terhina dengan kekuatanmu
Janganlah ragu untuk melepaskan peluru dari selongsong senapanmu
Bidiklah tepat dijantungnya
Jadikan ia mati sia-sia, tak memberi kemenangan bagi sekutunya
Maju terus jangan pernah menyerah
Lepaskanlah duniamu
Karena sungguh dunia ini hina
Sesungguhnya disisi Tuhan kitalah sebenar-benarnya kebahagiaan
Ingatlah isteri-isteri akhiratmu menunggumu dengan penuh cinta
Mereka senantiasa mendendangkan syair kerinduan
Hanya untukmu, hanya untukmu
Disaat kau pulang dengan membawa kemenangan
Maka janganlah kau merasa puas hingga Allah memenangkan agama ini atau kau menemui syahid dimedan itu
Dua pilihan yang menguntungkan, bukan?
Siapakah yang tidak suka dengan perniagaan demikian?
Sungguh merugi bagi orang yang membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat
Bukankah kau tidak demikian?
Kau sering bercerita kepadaku tentang indahnya syurga
Dengan berbagai kenikmatan didalamnya
Dan akupun mendengarkan dengan seksama
Betapa indahnya jika kita termasuk penghuni didalamnya
Menuai keridhaan-Nya selamanya
Wahai Mujahidku…aku sering melihatmu bercucuran air mata
Dan seketika itu kau tersungkur bersujud
Memanjatkan sebuah do’a
Aku tak bisa mendengarnya karena suaramu tertahan oleh gejolak didadamu
Namun ku tau
Itu adalah gemuruh kerinduanmu padanNya
dan kau memohon untuk bisa membela saudara-saudaramu dari para Thagut kaum kuffar
mengembalikan izzah mereka
wahai Kekasihku…ku kan senantiasa berdoa untuk mu agar harapanmu terpenuhi
untuk bisa kembali ke medan pertempuran itu
sungguh aku ridha jika harus dua kali atau bahkan berulang kali ditinggal olehmu
meski kerinduanku belumlah pupus
meski sajadahku belumlah kering karena banyaknya air mata kerinduan mengharap hadirmu disisiku
meski hari-hariku kan kembali sepi oleh canda dan petuahmu
meski kau tak lagi mengimamiku shalat
meski kau tak akan menyakasikan kehadiran Mujahid kecilmu menghirup udara kehidupan
aku ridha, sungguh aku ridha
asalkan Rabb kita memperkenankan kita bersua dan berkumpul di JannahNya
untuk selamanya
Jika kita tak berjumpa kembali
Maka kan ku semai cintamu disyurga
Dalam istana takwa
senyumku mengembang jika ku membayangkannya (syurga)
namun ku tak bisa menyembunyikan rasa cemburuku pada bidadari bermata jeli
yang akan membagi kasihmu dengan ku
kecantikan mereka tiada tandingan
meski kau selalu menyanjungku tiap pagi dan malam hari
namun seperti yang kau tau aku adalah wanita pecemburu
jiaka rasa itu menyerang maka aku kan mengingat kata-katamu
“kecantikan bidadari memang tiada duanya namun wanita dunia lebih mulia dan tiada tandingannya karena mereka bersusah payah beribadah sewaktu didunia”
Dan seketika itu pula hatiku riang
Ahhh..kau selalu mengerti bagaimana caranya membuatku senang
Wahai pujaanku….tiada berita yang lebih kusukai selain berita tentang kesyahidanmu
Oleh karena itu janganlah berhenti untuk mengharap syahadah pada-Nya
Mudah-mudahan Allah melapangkan jalanmu menujuNya
Kau ingat bukan Rabb kita telah berfirman
“Barang siapa menolong agamanya maka dia akan menolongnya pula”
Yakinlah itu
Wahai kekasih hati….jangan pernah ragu untuk meninggalkanku kembali
Jangan fikirkan aku
Karena ku kan baik-baik saja
Ku kan setangguh isteri Handzalah
yang merelakan malam pengantinya
untuk memenuhi seruan-Nya
Kan kutopang hidupku tanpamu
Karena kini ku telah terbiasa
Kau yang mengajarkannya padaku, bukan?
Bukankah kita telah berkomitmen dari awal perjumpaan
dan saat ijab Kabul diucapkan
untuk mendirikan bangunan kasih kita diatas jalanNya
hingga syahid menjemput?
Kita tau perjumpaan didunia adalah sementara
Karenanya kita memohon perjumpaan yang kekal
Hingga kau dan aku tak terpisahkan lagi oleh ruang dan waktu
Allaahumma Amiin
Salam rinduku untuk mu selalu
‘Aisyah-mu
INI DARAH KAMI, MANA DARAH ANDA???
Di sini kami mencari kematian, kemenangan hanya di sisi ALLAH. Saat anda tertidur dalam kehangatan selimut daging-daging manusia Bosnia, dalam kesejukan atap-atap runtuh Chechnya, dalam kelembutan kehormatan wanita Afgan, dalam mimpi indah daratan Palestina, dalam buaian dongeng rakyat Irak.
Kami merayap mencari mati. Kami tidak ingin tidur. Kami takut dengan kesenangan dunia, kami takut seperti anda, kelak menjadi tamak. Tamak pada kesenangan semu, tamak pada kesombongan, tamak pada kebohongan. Kami haus darah. Darah anda, teriakan kesakitan anda, kekalahan anda, kerugian anda dan ketakutan anda; semua itu menjadi penghibur kami, penghibur kesepian kami, pengisi waktu kami.
Sebelum kami berjumpa dengan Robb kami, dengan membawa bendera kemenangan.
Kami yakin Rabb kami penuhi janji, kami yakin Al Qur`an benar adanya, kami yakin sabda Rasululloh, kami yakin Islam akan selalu berkibar dan menyebar serta menjadi yang terbenar.
Setiap tetes darah kami di sini, adalah janji syurga dan kemenangan akhirat semakin mendekat. Setiap peluh keringat kami di sini, adalah yakin membersihkan tanah Islam yang telah ternajisi tapak-tapak kaki anda. Pekikan kami adalah lagu-lagu suci, pengagung yang Teragung.
Takbeeer!!!
AJARILAH AKU WAHAI SYAHID
                           
Ajarilah aku wahai Syahid
Ajarilah aku, bagaimana bisa mati Syahid
Ajari aku agar bias mati terpuji
Ajari aku, bagaimana aku harus patuh kepada Rabb-ku,
Meninggalkan dunia, nun jauh di sana
Ajari aku, bagaimana meninggalkan keluarga-ku
Dalam keadaan teguh dan sabar, seperti gunung yang kokoh
Ajari aku, bagaimana meninggalkan anak-anak ku
Dengan menunduk dan menata hidup baru
Kupasrahkan orang-orang yang ku cintai, kepada yang Maha Penyayang
Tidak ada yang menyantuni ayah ku, selain yang Maha Penyayang
Demi Rabb-mu, ajari dan katakan pada ku
Apakah kamu tidak pernah menginginkan kehidupan?
Beritahu aku kabar gembira itu, wahai kekasihku
Nikmat apa yang kau lihat pada orang yang mati Syahid?
Wajah mu adalah cahaya yang tidak menjemukkan pemandangnya,
Kata-katamu adalah kebenaran, dan telah ada buktinya
Diam mu adalah berpikir, kau tidak suka banyak bicara
Urusan mu adalah serius, dan jauh dari senda gurau
Bangunlah saudara ku, bulatkan tekad mu
Setelah itu, engkau tidak akan takut lagi!
ALLAHU’AKBAR,,!!!
Syair nya Orang-Orang Kuat
Bangun dan tinggalkanlah tidur panjang …
Sungguh Islam telah kembali …
Di jalan Alloh kita telah berjalan dan mengumandangkan jihad …
Kelompok orang mukmin telah bangkit …
Dengan para pemuda yang jujur …
Dalam malam-malam nestapa mereka berjalan …
Di belakang Al Qur’an yang nyata …
Mereka tidak peduli dengan berbagai kesusahan di antara taring-taring zaman …
Bangun dan tinggalkanlah tidur panjang …
Sungguh Islam telah kembali …
Di jalan Alloh kita telah berjalan dan mengumumkan jihad …
Sampaikanlah kabar gembira kepada manusia …
Dengan subuh yang terbit dengan terang …
Wahai malam-malam para pendholim …
Wahai kehinaan orang-orang yang bermain …
Wahai kesia-siaan selama bertahun-tahun …
Telah datang janji yang nyata …
Kami telah datang kepada kalian dengan membawa senapan dan qur’an yang nyata
Read more

Puisi Persahabatan

 
MENANGISLAH SOBAT..

Tak bisa ungkap dengan kata apapun
Ini memang sangat membosankan
Ini begitu melelahkan
Bahkan, ini sangat menjengkelkan
Tubuh seakan beku dalam bongkahan es
Membeku tidak tahu kapan akan mencair

Yaa… itu benar sobat
Itu semua seperti sorot lampu panggung tanpa penonton
Menerangi tubuh di dalam kegelapan
Terdiam bisu tanpa senyum dan air mata
Ini sangat menyedihkan..
Namun.. ingatlah sobat..
Kau tidak sendiri
Kau tidak berdiri sendiri di kegelapan itu

Teteskanlah air matamu jika hatimu merasa terisak
Berteriaklah sepuasmu jika hatimu memanas
Karena itu lebih baik ku lihat
Dari pada kau terdiam kaku di bawah sorot lampu itu
Bagai seorang tokoh tanpa dialog.


BAHASA LANGIT


Gumpalan awan di langit biru
Bercerita kisah kita
Saat deras hujan bagai air mata
Dan cerah mentari jadi wajah kita

Warna pelangi di langit biru
Hanya jadi saksi bisu
Saksi kisah perjalananku denganmu
Saat perbedaan jadi keindahan

Langit pun berbahasa
Dan bersenandung ria
Lantunkan lagu rindu antara engkau dan aku 
Oh Sahabat…
Langit pun berbahasa
Tanda bersuka cita
Sambut esok dimana kita kan slalu bersama
Selamanya…

Dan dengarlah, dengarlah slalu
Itulah semua tentang kita,
cerita bahasa langit…

SAHABAT TERBAIKKU
Puisi Frizka Tirana

Sahabat ...
di saat kita nikmati kebersamaan banyak hal yang terlewat kan begitu saja
keceriaan, canda dan tawa semuanya mengalir begitu saja
waktu yang tersisah seolah tak mampu menampung nya dan waktu yang sangatlah singkat membuat ku teringat kepada mu sahabat ..

Semua kenangan - kenangan itu tak terasa ,pergi meninggalkan segala kegembiraan
serta canda dan tawa mu satu persatu hilang sekejap mata
ada beribu senyum saat terlintas memory yang dulu kala

Sahabat ...
semua yang pernah kita jalani hari demi hari , waktu demi waktu telah kita lalui semuanya.

Banyak hal yg pernah terjadi karena itulah jalan hidup yang kita miliki
kadang benci, kesal ,dan kecewa serta rasa senang dan sayang
sungguh luar biasa , apa yang telah kita lalui bersama ..

Ya Tuhan ...
jagalah dan lindungilah
sahabat-sahabat ku
karena mereka adalah sahabat terbaiku selamanya




TIDAK PERNAH ADA YANG NAMANYA MANTAN SAHABAT


Sahabat...
Kau selalu menemaniku
Di saat aku sedih maupun aku gembira
Kau seperti Matahari yang menyinari bumi..
Kau seperti ada di dalam jiwa & ragaku...

Oh Sahabat...
Aku terpikir bila kita tidak bersama-sama lagi...
Jika Tuhan bisa aku ajak bicara..
Aku pasti bicara "Ohh.. Tuhan jika kau ambil nyawa sahabat ku,ambilah juga nyawaku''
Jika diperintahkan untuk memilih pun aku pasti memilih sahabat dari pada seorang kekasih..

Sahabat..
Aku berharap kita tidak akan berpisah lagi..


SUDUT KENANGAN 

Tahun telah berlalu kawan
Ingatanku masih saja membayangkannya
Disudut kenangan kita melangkah bersama
Menggapai bahagia dan merasai asa
Yang tak pernah kita keluhkan

Tahun telah berlalu kawan
Ingatanku masih tertinggal juga
Saat di sudut mushola kecil tempat saling menyapa
Tempat saling membagikan sebuah arti kehidupan

Dalam DekapanNya
Ukhuwah kita terjalin
Dalam MahabbahNya
Kita mengenal sebuah makna persaudaraan

Tahun telah berlalu kawan
Kini tak kudapati lagi dirimu disini
Tapi Ingatan itu masih ada disini
Tertinggal di sudut yang bernama kenangan

MAAFKAN AKU SAHABAT


Mungkin semua yang ku perbuat
membuat mu marah dan benci
tak pernah terfikir oleh ku
kalau kalian akan membenci ku
dan meninggalkan ku seorang diri....

Semua kenangan yg pernah ada
sayang yang pernah berbagi
kini berubah menjadi permusuhan
yang tak ada artinya

Maafkan aku sahabat
yang tlah melukai mu
maafkanlah aku
yang tak bisa menjaga persahabatan kita

Tapi.....
kalian akan slalu di hati ku
slamanya kalian tetap sahabat ku
tulus maaf dari ku sahabat...
yang slama ini tak mampu
mengucapkan maaf pada mu
AKU MASIH DISINI, MASIH SEPERTI INI


Aku Tak Pernah Berhenti tuk meyakinkan mu
Bahwa Persahabatan ini Takkan Pernah Berakhir
Dari Satu Titik Kita Memulainya Dan tak bisa Berakhir begitu saja

Persahabatan selamanya yg slalu bersua
dimana kasih kita distu persahabatan kita
karena persahabatan ini hanya karena kasih yang setia

Tapi . . ..
kamu pergi kamu berubah kini kamu tidak seperti dulu lagi
tidak seperti janji kasih persahabatan ini

Walau begini sampai hari ini
aku masih disini masih seperti ini
menunggu mu untuk menjadi sahabat kembali

Masih disini , masih begini menunggu mu menjadi yg dulu lagi
menunggu mu untuk memulai hari yang awal lagi
SAHABAT YANG TELAH PERGI


Dunia kita tak lagi sama...
Kau telah berada di tempat yang jauh dan penuh cahaya suci...
Dan aku terkujur dalam sepi dan menanti untuk bertemu diri'mu
Namun ntah kapan kita bisa ketemu kembali
Dan bersama lagi seperti sedia kala

Aku sangat merindukan diri'mu
Senyum'mu dan canda tawa'mu
Yang selalu menghiasi hari-hari'ku dengan ceria...

Namun...
Tuhan berkehandak lain
Kita berpisah untuk selama-lamanya
Hanya sebongkah nisan yang tertulis nama'mu
Dan hati'ku berkecamuk tak menentu...

Dalam ruangan kosong dan hampa
Aku terduduk di bangku yang kau duduki itu
Hati'ku menahan isak dan tangis
Dan berderai air mata yang terjatuh bergelimpangan

Oh...Sahabat'ku
Apakah kau rindu kepada'ku
Seperti aku yang merindukan'mu disini
Kau selalu menghiasi hari-hari'ku dengan indah
Kau membuat'ku menjadi bahagia seperti dulu
Namun mengapa kesedihan ini datang kepada'ku

Sahabat'ku...
Seperti apakah dunia'mu sekarang?
Apakah jauh lebih indah dari dunia'mu yang sebelumnya
Aku hanya selalu berdo'a kepada'mu
Agar kau selalu bahagia dan tenang disana
Dan Tuhan selalu menjaga'mu dengan baik...
 SAHABATKU


Sahabatku....
Detik-detik perpisahan
sudah mulai mendekat
apa yang telah kita lalui bersama
hanya akan tinggal kenangan

Sahabatku...
Dulu kita selalu bersama
selalu bercanda tawa
walau kadang ada luka
dan pertengkaran diantara kita

Sahabatku...
Maaf jika aku pernah
membuatmu tersakiti
maaf jika aku pernah
menyaingi kelebihanmu

Sahabatku...
Aku tau setiap pertemuan pasti ada perpisahan
pertemuan yang kita lalui adalah hal yang indah untukku
namun perpisahannya sungguh sangat pedih

Sahabatku...
Walau kita akan berpisah
walau semua yang kita lalui akan tinggal kenangan
namun yakinlah suatu saat kita akan bertemu lagi

Sahabatku...
Aku sangat menyanyangimu
tetap ingat aku Ya..!
Meskipun engkau jauh disana nanti...
SAHABAT TUK SELAMANYA


Telah lama kau menemani.......
Langkah kaki disepanjang perjalanan hidupku ini
Kau adalah bagian hidupku
Dan aku menjadi bagian hidupmu

Kau seperti angin di bawah sayapku....
Sendiri ku takkan seimbang
Terkadang aku pun bertanya....
Apa jadinya bila dirimu tak ada di jiwa & ragaku?

Sahabat.............
Jangan kau pergi dariku.................

 
Read more

Mengusir Kantuk Tanpa Ngopi di Pagi Hari

 

Banyak orang belum bisa benar-benar bangun tidur kalau belum minum kopi, padahal efeknya kurang baik kalau terlalu banyak. Ada banyak cara selain minum kopi untuk membuat tubuh cepat terjaga dan tidak kelamaan ‘ngulet’ di pagi hari.

Agar jantung tidak berdebar-debar karena harus minum kopi tiap hari hanya supaya bisa cepat bangun, berikut ini adalah beberapa alternatif yang bisa dilakukan saat bangun pagi seperti dikutip dari Weekendnotes.
1. Buka jendela
Hal pertama yang harus dilakukan supaya cepat terjaga saat bangun tidur adalah dengan menyalakan lampu ruangan, atau membuka tirai jendela jika langsung berhadapan dengan arah datangnya sinar matahari. Jam biologis manusia sangat dipengaruhi oleh cahaya, sehingga rasa kantuk susah hilang kalau ruangan masih gelap.
2. Minum air putih atau teh hijau
Secara teori, tubuh akan lebih bugar ketika kehilangan cairan tubuh yang terjadi selama tidur langsung diganti minimal dengan segelas air putih saat bangun. Beberapa penelitian mengungkan teh hijau sama efektifnya dengan air putih dalam mengembalikan status hidrasi, sekaligus memberi efek menenangkan.
3. Patuhi aturan 10 menit
Masa paling kritis dalam mengawali hari adalah 10 menit sejak pertama kali terjaga dari tidur. Jika sanggup melawan hasrat untuk tidur lagi dalam waktu 10 menit tersebut, umumnya rasa kantuk dan malas bangun akan segera hilang dengan sendirinya.
4. Lakukan aktivitas fisik
Beberapa orang bisa langsung terjaga kalau sudah membaca koran pagi. Namun jika tetap merasa malas dan mengantuk, coba lakukan kegiatan yang sifatnya lebih aktif secara fisik misalnya memasak atau langsung membereskan tempat tidur.
5. Sarapan
Melewatkan sarapan bisa membuat sistem metabolisme kehilangan keseimbangan,s ehingga tubuh cepat kehabisan energi. Konsekuensi dari kekurangan energi adalah tubuh terasa lemas, kurang gairah dan tetu saja gampang mengantuk.
6. Patuhi jadwal tidur
Solusi jangka panjang bagi yang sering merasa mengantuk dan malas untuk segera bangun tidur adalah dengan mendisiplinkan pola tidur setiap hari. Membiasakan diri untuk menebus kekurangan waktu tidur di dengan tidur seharian di akhir pekan hanya akan memperburuk gangguan tidur.
7. Kencangkan musik
Memutar musik kencang-kencang bisa memberikan efek yang sama seperti minum kopi, yakni mengusir arasa kantuk. Bahkan beberapa jenis lagi dengan irama yang menghentak bisa membuat tubuh terasa lebih bergairah dibandingkan saat hanya minum kopi.
Read more

Alur Cerita Naruto 610 : Juubi (Ekor Sepuluh)

Akhirnya pertarungan akbar akan dimulai. B, Naruto, Gai, Kakashi, Hachibi dan Kurama melawan Obito, Madara dan Juubi. Gai yang terlihat begitu kelelahan juga kaget dengan kehadiran Juubi, begitu juga dengan Kakashi dan Naruto. Sementara itu Kurama dan Hachibi telah mempersiakdan diri terhadap apapun yang akan terjadi. Kakashi merasa ditipu karena mereka (Madara dan Obito) berhasil mengelabui mereka sehingga Juubi bisa dibangkitkan. Dan Kurama juga mengatakan kalau Juubi tidak mempunyai perasaan, sehingga tidak bisa ter identifikasi. Kemudian Kurama menjelaskan lebih lanjut tentang sifat2 Juubi kepada Naruto. Tiba2 terbesit keinginan Naruto untuk mengetahui seberapa kuat kekuatan itu, akan tetapi Kurama mencoba mencegah sebelum akhirnya menemukan kegagalan dan dikasih tau oleh Kurama. Kau mencoba mengukur sesuatu yang tidak bisa diukur. Cerita Naruto Manga 610 berlanjut; Madara mengatakan kepada Obito bahwa dia ingin Kurama dan Hachibi ditangkap terlebih dahulu sebelum membangkitkan Juubi kembali nantinya. Dan Obito mengatakan kepada Madara kalau dia ingin segera melakukan Infinite Tsukuyomi. Kemudian Obito dan Madara terlihat diskusi yang cukup intens. Sepertinya Madara belum setuju jika Obito melakukan Infinite Tsukuyomi dan lebih ingin menangkap Kurama dan Hachibi terlebih dahulu. Sedangkan Obito fikir bahwa Juubi dibangkitkan dalam rangka ujicoba dari Madara untuk mengetahui seberapa kuat Juubi itu. Madara juga mengatakan kalau rencana Obito memerlukan Genjutsu yang cukup besar. Jadi lebih baik menangkan Hachibi dan Kurama dengan The Power of Mazou Melihat gerak2 geriknya, akhirnya Hachibi dan Kyuubi bersiap2 untuk melakukan penyerangan, Kyuubi meminta semuanya untuk siaga dan mewaspadai sesuatu yang akan terjadi selama pertempuran. Kyuubi mengatur segala sesuatunya agar berjalan baik dan itu sempat di komplain oleh Kakashi “Kyuubi sepertinya kau sebagai kapten saja?” kemudian dijawab “Apakah ada yang komplain?” kemudian dijawab Kakashi dengan canda “Tidaak… saya bahagia untuk itu” Cerita Naruto Manga 610 berlanjut; Kemudian Kyuubi dan Hachibi maju menyeranga dan meminta yang lainnya waspada. Naruto begitu kaget dengan kecepatan serangan Kyuubi. Setelah serangan Kyuubi selesai, giliran B meminta kepada Hattsan atau Hachibi untuk menyerang berikutnya. Serangan Bola2 Cakra dari Kyuubi dan Hachibi berhasil dihadang oleh Juubi dan kemudian Juubi balik menyerang dengan Bola Cakra kepada Kyuubi dan Hachibi dengan cepat mereka berdua membentuk bola perlindungan dengan ekor2nya sehingga serangan Juubi juga gagal berkat usaha cerdik Naruto. Hal itu membuat Madara sedikit geram dan mengatakan “Mereka benar2 keras kepala” Obito mulai berfikir apakah telah memberikan terlalu banyak kesadaran kepada Juubi; Kemudian Naruto, Hachibi dan Kakashi melakukan kerja sama, Kakashi mengirim Hachibi ke Dimensi lain untuk sebuah kejutan serangan jarak dekat kepada Juubi. Bersambung ..
Read more

Rabu, 14 November 2012

Alur Cerita Naruto 609 : Akhir

 01.jpg

Kakashi telah menetapkan keputusannya. Ia tak akan membiarkan rekannya mati, ia tak akan membiarkan siapapun menyakiti Naruto, Kakashi akan melindungi muridnya itu.

"Melindungi Naruto?" Obito bertanya, dengan tatapan yang seolah ragu kalau Kakashi benar-benar bisa melakukan hal tersebut. Terlebih, lelaki berpenutup mulut itu sudah tampak kelelahan.

"Aku ... Juga ..." Ucap Gai ikut-ikutan, dengan kondisi yang bahkan jauh lebih memprihatinkan dari Kakashi. Setelah menggunakan jutsu tadi untuk menghalau serangan Susano'o Madara, ia terlihat benar-benar kehabisan tenaga.

"Dia berkata begitu meskipun kondisinya sudah sangat parah, apa semua shinobi Konoha memang seperti itu." Gumam Hachibi.

"Oarrghhhh!!!!!!!" Hachibi menghancurkan kayu-kayu yang melilit tubuhnya, "Daya ikat kayunya mulai melemah!" Ucap Hachibi.

"Oucch!" Gai yang juga telah terlepas dari ikatan kayu itu terjatuh di telapak tangan Hachibi.

"Hati-hatilah, Naruto!" Ucap Hachibi ke Naruto. "Kekuatan kayunya sama seperti kekuatan Hokage pertama, ia juga bisa memblok kekuatan Bijuu!"

"Seperti milik kapten Yamato ya?"

"Kau cukup bagus dalam menggunakan mata kirimu." Ucap Obito, "Kau bahkan bisa menggunakan Mangekyou. Tapi, ayo kita lihat apakah di dalam kondisimu yang sekarang ini, kau masih bisa kembal dari dimensi lain!?" Obito emulai serangannya. Mula-mula, ia mengeluarkan kayu dari tangan kanannya untuk mencengkram tangan Naruto. Kemudian, ia bersiap untuk menyerang Kakashi yang masih terduduk lemas dengan tangan kirinya.

"Tetaplah diam di dalam tempat sampah, Kakshi!"

"kakashi-sensei!!" Naruto tak membiarkan gurunya diserang, kemudian dengan kepalanya ia menyerang dahi Obito. Tak sigap, lelaki yang seharusnya bisa membuat serangan itu tembuspun malah terkena dan harus terpental beberapa meter ke belakang.

Sementara itu, di dalam kubah api yang menyelimuti wadah ekor sepuluh, mulai tampak suatu tanda-tanda keretakan.

Hachibi khawatir, kemudian mulai fokus ke arah kubah itu, "Aku serahkan Obito padamu, biar aku mengurus yang itu!" Ucapnya.

Sementara itu, Obito yang sempat terjatuh kembali bangkit dengan cepat, kemudian menatap Naruto dengan wajah setengah kriputnya.

"Heh, sekarang aku bisa melihatnya dengan jelas." Ucap Naruto.

Kakashi masih kelelahan, dan Obito tak mengerti dengan apa yang Naruto maksud. Kemudian, pemuda berambut kuning itupun melanjutkan, "Wajah menderitamu itu!"

"!!!" Obito kesal dan kembali bersiap untuk menyerang. "Harusnya kau mengatakan itu pada orang yang ada di sebelahmu!!"

"Aku harus melakukan sesuatu terhadap guru Kakashi." Pikir Naruto, "Dia benar-benar kelelahan setelah menggunakan terlalu banyak sharingannya. Kalau dia sampai dihisap lagi ..."

"Naruto, tukar denganku!" Pinta Kyuubi.
"Hm?"
"Biar aku yang mengurusnya ..." Kyuubi meyakinkan.
"Tapi ..."
"Sudahlah, tukar saja!"

Merekapun bertukar posisi. "Hei bocah Kakashi, ulurkan tanganmu!" Pinta Kyuubi lewat tubuh Naruto.

"Kau ..."

"Cepat, ulurkan tanganmu!!"

Sebelum Obito menyerang, Kakashi segera mengulurkan tangannya. Kyuubi mencengkramnya dan lalu ... Sungguh di luar dugaan. Dengan sengaja, Kyuubi melempar tubuh Kakashi ke Obito, membiarkannya dihisap untuk kedua kalinya oleh lelaki itu.

"..." Sejenak Naruto terdiam. Kemudian, "Uwaaaa!!!! Kurama!! Apa yang kau lakukan hah!!?"

"Sekarang kau bisa bertarung tanpa halangan lagi, cepat lakukan, Naruto!" Mereka kembali bertukar.

"Haah!? Siaal!!!!!!!" Naruto memukul dengan tangan Kyuubinya. Dan seperti biasa, Obito mengirim bagian tubuhnya yang diserang menuju dimensi lain, dan serangan Naruto hanya menembusnya begitu saja.

Tapi setelahnya ...

"Uhkkkk!!!!!" Obito memuntahkan darah.

"!!?" Naruto benar-benar tak mengerti, padahal serangannya hanya menembus perut Obito.

Ternyata, dikirimnya Kakashi ke dimensi lain bukanlah tanpa tujuan. Di sana, kakashi dapat menyerang bagian tubuh Obito yang menghilang. Saat Obito memindahkan bagian perutnya ke dimensi lain agar tidak terkena serangan Naruto, Kakashi sudah menunggu di sana untuk menyerangnya.

"Sekarang kita telah mengetahui triknya, kalau kita berhati-hati, kita bisa mengalahkannya." Ucap Kakashi, yang kelihatan sudah pulih dari rasa lelahnya.

"Kakashi melakukannya dari sisi yang lainnya." Jelas Kyuubi. "Perbedaan antara kau dan aku adalah aku bisa membagikan chakra dengan bebas. Aku akan menjelaskan detailnya padamu nanti."

"Kapan kau memberikan chakra ke Kakashi?"

"Saat aku mencengkram tangannya."

"Jadi, sekarang dia ..."

"Ya. Chakranya sudah pulih dan dia bisa menggunakan kamui lagi untuk kembali." Ucap Kyuubi. Dan benar saja, Kakashi kembali dari dimensi lain.

"Guru Kakashi!!"
"Berterimakasihlah pada Kyuubi." Ucap Kakashi.

Di sisi lain, retakkan kubah yang menyelimuti Juubi semakin membesar. Hachibi dan Naruto lainnya, entah yang asli atau bunshinnya, yang diselimuti oleh chakra raksasa Kyuubi menggabungkan kekuatan dan membentuk Bijuudama bersama-sama. Dari dua bijuu itu, terciptalah suatu bola bijuu berukuran raksasa, dan masih terus membesar.

"Kita harus meledakannya sebelum ia keluar. Buat sebesar yang kau bisa!"
"Yaah, kami sudah siap, paman Bee dan Hatt-san!!"

Mereka telah siap dan ...
"Tembak!!!"

Bola raksasa itupun menyerang dan menghancurkan kubah tersebut.

"Yeah!! Sudah berakhir!!!"
"Uwaaah!!!!" Saking dahsyatnya, untuk sesaat terasa getaran gempa. Tampak juga ledakan yang begitu besar, dan ...

"Chakra Mazounya ...
Menghilang?"
"KIta berhasil!!! Kita berhasil melakukannya!!!"
"Yeah!!!!" Ucap senang Naruto dan yang lainnya.

"Apakah ini sudah berakhir?"

"Ya" Ucap Obito, "Akhir dari Dunia ini."

Chakra Mazou mungkin memang sudah menghilang. Akan tetapi, Juubi tidaklah lenyap, ia malah telah berhasil dibangkitkan. Sesosol mahluk yang mengerikan, dengan sepuluh ekor yang gagah di bawah terangnya sinar bulan malam itu.

"Yah yah ...
Bisakah kita mulai sekarang?" Madara duduk dengan santainya, bersiap untuk menjalankan rencananya. Bersambung ..
Read more

Selasa, 13 November 2012

Sepuluh Tips Dalam Menghadapi Ujian

 Buat Adik - adik sebentar lagi yang mau menghadapi ujian dan mahasiswa perguruan tinggi, kali ini admin mau kasih beberapa tip sebelum menghadapi ujian.
Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian
terhadap perkembangan belajarmu.
 Ada beberapa kondisi lingkungan,
termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.
Sepuluh tips untuk membantu kamu dalam mengerjakan ujian:
  • Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
    Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
  • Tenang dan percaya diri.
    Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.
  • Bersantailah tapi waspada.
    Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.
  • Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
    Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.
  • Jawab soal-soal ujian secara strategis.
    Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:
    • soal paling sulit
    • yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
    • memiliki nilai terkecil
  • Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
    Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.
  • Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
    Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.
  • Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
    Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.
  • Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
    Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.
  • Analisa hasil ujianmu.
    Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.
Jadi itu tip - tips dari admin blog ketika menghadapi ujia, jangan takut jangan tegang dalam menghadapi ujian, dan yang lebih penting mulailaih belajar dengan teratur sebelum ujian supya nanti ketika menghadapi ujian lebih siap.... Semoga Sukses ...........!!!!!!!!!!
Read more

Minggu, 11 November 2012

Puisi Cinta Romantis


Cinta merupakan hal yang universal dan mengilhami hampir semua orang di dunia ini. Apresiasi tentang cinta banyak di salurkan dengan berbagai cara yang unik, seperti pembuatan film romantis, lagu lagu cinta, novel tentang cinta, komendi romantis, sajak dan
 kali ini admin blog akan membagikan artikel yang berisi kumpulan puisi cinta  yang di ilhami oleh pengalaman sehari hari. Puisi cinta ini juga bersumber dari beberapa portal internet dan blog remaja di indonesia.

Nah, silahkan disimak kumpulan puisi cinta romantis dibawah ini, semoga bisa memberikan inspirasi untuk kehidupan sehari hari.


puisi cinta romantis

Puisi cinta romantis

Arti cinta yang terpendam

Cinta..
Dapatkah hati mentafsir mimpi
Berlari-lari mengejar memori
Mengikat kasih jalinan suci
Membakar jiwa yang penuh arti

Cinta..
Mimpi hanya mainan malam berlalu pergi
Tatkala fajar menghulur realiti
Menghurai makna di kamar hati
Menemani diri menangisi sepi

Cinta..
Ikatan cinta yang sekian lama
Kian pudar di mamah usia
Dingin kasihmu jelas nyata
Diriku sandaran dikala duka
Lantaran dirimu bermain kata
Menjemput diriku Merangkak ke dunia nyata
Mengenal istilah sebuah cinta yang terpendam

Cinta..
Suara hati memaksa diriku
Merantai jiwa yang penuh sangsi
Membangun sepi di tembok hati
Mendekapi rindu mengalun puisi
Mengungkap setia di jendela janji
Sebuah kepastian cinta harus diukiri
Arti cinta yang terpendam…..

Rindu Kamu

Rindu Kamu, Ketika bayangmu tak menjauh
Semakin anggan ingin menemukanmu…

Malam membutakan matahari menyilaukan
Tak membuatku berhenti mencarimu…

Hari-hariku masih di selimuti rindu
Langkahku masih di sertai sisa candamu…

Luka hatiku tak pernah sembuh
Aku terus merindukanmu…

Hakekat cinta

cinta terus berlari,
cinta terus dikejar,
cinta tak berhenti,
cinta melihat kedepan,
cinta tak menengok kebelakang,
cinta berjalan lurus,
cinta tak mengambil jalan belok,
cinta tak pernah lelah mengambil jalan,
sebab cinta melahirkan kekuatan …

Inginku Milikku Dirimu

Terlalu lama ku pendam
Semua rasa ini padamu
Kini ku sudah tak tahan
Ku ingin kau tau semua..
Aku lebih dulu mencintaimu
Aku lebih dulu mengenalmu
Bukannya dia..
Cinta itu harus diungkapkan
Cinta itu harus memiliki
Tak kan kulepaskan dirimu
Memang tinggi egoku
Namun.. ingin ku miliki dirimu..
Demi cinta yang t`lah lama ku pendam
Demi mengganti semua pengorbanan
Yang t'lah ku lakukan untukmu
Kau harus jadi milikku..

Cinta yang Tak Pasti

mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti
mungkin aku tak sengaja jg menyakiti
andai aku tau isi hatimu
andai kesempatan itu datang lagi padaku

sekarang mustahil bagiku
bahkan menyentuh bayangmu, aku tak mampu
sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku
dan cinta ni jadi sesak dalam dadaku
aku tau cinta ini sudah tak laku

tapi biarkan cinta ini aku miliki
biarkan cinta ni menjadi bebanku
aku tak peduli
meski menghambat jalanku
aku tau mencintaimu adalah tak pasti

Aku Adalah Puisi

biduk di langit masih kering tertawa
melihat aku yang tetap bercumbu dengan khayal
menari kata dalam balutan puisi
membingkaikan rasa dalam bait
puisi adalah aku
aku bercinta dengan kata
dan merangkai menjadi satu kenangan indah
dekapan kalimat panjang membuai mesra diriku
kutemukan ada detak lemah setia

Sekian dulu puisi cinta  kali ini, silahkan posting di kotak komentar puisi cinta ciptaan anda sendiri !!.
Read more

Alur Cerita Naruto Chapter 608 : Pertempuran Dahsyat

 
Obito mengaktifkan mata Mangekyou, Langsung Menyerang Kakashi dengan tembakan beberapa shuriken berukuran besar yang keluar dari mata kanannya. Untung saja, Kakashi sigap dan langsung mengeluarkan jutsu pertahanannya, "Doton : Doryuuheki!!" Sebuah dinding muncul dan serangan-serangan itu menancap di sana.
Untuk sesaat, Kakashi selamat. Namun kemudian, di luar dugaannya, Obito melesat menembus dinding itu dan langsung menyerang Kakashi,menusuk kakinya dengan kunai besar yang ia bawa sendiri. Dan kali ini, Kakashi tak mampu menghindar.
"Kenapa?" Kakashi bertanya, namun bukannya menjawab Obito malah balik memaki, "Kenapa kau tidak diam saja? Kau adalah sampah yang bisanya hanya bicara!" Setelahnya Obito menghisap tubuh Kakashi, dan dengan sukses membawa lelaki berambut putih itu menuju alam dimensi Obito.
Kakashi terbaring di alam dimensi yang dipenuhi balok- balok besar itu. Dan disana, ia terbayang akan berbagai hal, berbagai ingatan. Mulai dari ingatan saat Obito berkata padanya kalau Taring Putih adalah pahlawan yang sesungguhnya, dan ketika ia berkata kalau shinobi yang melanggar aturan adalah sampah, namun shinobi yang tidak mempedulikan temannya adalah lebih buruk dari sampah. Saat itu Kakashi tertegun, dengan sikap Obito yang benar-benar kuat dan tegas ... Tapi kemudian, hal itu berubah, dan Kakashi teringat akan kata-kata Obito baru- baru ini yang berkata kalau ia berubah karena Kakashi membiarkan Rin mati.
"Kau benar, aku memang sampah" Ucap Kakashi dalam hati. "Tapi Obito ... Selama ini ..." "Kamui" Kakashi memindahkan dirinya sendiri menggunakan jutsu ruang dan waktunya.
"Kau telah menjadi seorang pahlawan untukku ... Kenapa ..." [scan beralih di tempat lain, di medan pertempuran, Naruto vs Madara ]
"Sial!!!!!" Naruto dan aura Kyuubinya terjerat oleh naga kayu Madara. Dan tak hanya menjerat begitu saja, monster kayu itu bahkan menghisap chakra Kyuubi secara perlahan. "Kayu sialan itu!! Dia menghisap chakra Kyuubi!!!" Ucap Gai. Dan kemudian tak hanya Kyuubi, Hachibipun mulau menjadi sasaran kayu itu. "Sial!!" Ucap Naruto.
[Kembali ke sisi Kakashi, ia telah keluar dari dunia dimensi Obito menggunakan kamuinya.] "Mata yang sama ... Seperti dugaanku, kau kembali" Ucap Obito.
"Obito, kenapa kau melakukannya?" Kakashi kembali bertanya. "Apa ini, memang benar ada hubungannya dengan Rin?" Obito bukannya menjawab malah semakin kesal dan langsung melesat, menendang wajah Kakashi dengan siku kakinya.
kakashi tak melawan, dan terus terbayang akan Obito yang dulu. Sementara Obito, ia terus menyerang. sampai puncaknya ia bahkan menebas tubuh kakashi dengan dua kunai besar yang ada di tangannya. "Guahhh!!!!" Tubuh Kakashi membentuk luka silang dan memuncratkan darah. "Sudah ku bilang kan untuk diam saja, sampah ... Matilah" Ucap Obito.
"Aku tak bisa menepati janjiku. Memang benar, aku adalah sampah" Ucap Kakashi, masih belum mau melawan. "Tapi, kau adalah salah satu pahlawan Konoha ... Kau tak boleh menjadi sampah sepertiku ..."
Sejenak Obito terdiam, kemudian ia malah tertawa kecil. "Heheh, inilah kenyataan ... Kedua yang memberi dan yang diberi, semua shinobi yang mampu bertahan hidup di dunia ini adalah sampah. Kita berdua adalah contohnya, Kakashi "Guru kakashi ..." Dari kejauhan Naruto tampak khawatir.
"Gh, aku tak bisa bergerak" Hachibi telah benar-benar dijerat oleh kayu ciptaan Madara. "Ini juga merupakan hambatan bagimu, kan? Dunia ini akan segera berakhir" Ucap Madara. "Untukmu dan aku untuk bisa bersenang-senang, pertama- tama aku harus merapikan medan perang ini" Ia kemudian mengeluarkan Susano'o dan bersiap untuk menyerang hachibi. Di sisi lain, Obito telah bersiap untuk mengakhiri Kakashi dengan shuriken besarnya, "Tak ada yang bisa menyelamatkan diri dari siklus yang terus menciptakan sampah ini, itulah kenapa aku akan membangun kembali Dunia!"
Sementara itu, Naruto ... "Kalian benar-benar membuatku kesal, aku bahkan tak tahu bagaimana harus mengungkapkannya. Jadi, aku hanya akan memberitahu kalian kalau ..." Tombak Susano'o Madara dan Shuriken Obito menyerang masing-masing targetnya. Akan tetapi, dengan cepat tangan Kyuubi, Naruto dan bunshinnya menghentikan serangan itu.
"Aku bukanlah sampah! Dan aku tak akan menjadi sampah!!" Ucap Naruto. "Aku tak akan ... Membiarkan kalian ... Aku tak akan membiarkan kalian membunuh temanku!!" Kakashi teringat sesuatu, ingatan kalau dulu ia juga pernah mengatakan hal yang sama, "Aku tak akan pernah membiarkan siapapun membunuh temanku"
"Maaf, Naruto ..." Kakashi mulai bangkit. "Akulah yang mengajarimu kata-kata Obito, tapi aku sendirilah yang melanggarnya ..." "Hirudora!!!!!" Gai menyerang Susano'o Madara. Sementara Kakashi, ia menyerang Obito menggunakan Raikiri.
"Obito ... Apa yang kau tinggalkan padaku di masa lalu masih ada disini ...
Apa yang bisa aku lakukan sekarang adalah melindungi Naruto!" Bersambung .........
Read more

Alur Cerita Naruto Chapter 607 : Aku Tak Peduli Lagi

 607_1.jpg
Obito bersama Zetsu pergi menemui Nagato yang bersama dengan rekan- rekannya. Dan ketika Nagato bertanya siapa dia, Obito memperkenalkan dirinya sebagai Uchiha Madara.
Tentu saja, hal ini membuat Nagato kaget ... "Madara?"
"Uhm, kalau kau menggunakan nama Uchiha Madara, kau pasti seorang kriminal atau hanya orang yang bodoh" Ucap Yahiko,dan kemudian bertanya, "Kenapa kau menemui kami. "Rinnegan" Ucap Tobi.
"Misi dari organisasi kami adalah untuk mengarahkan dengan benar orang yang telah membangunkannya" "Apa kau tahu mengenai mataku?" Nagato bertanya.
"Kau adalah reinkarnasi dari enam jalan petapa, yang bermimpi untuk menstabilkan Dunia ini. Desa di Negara yang besar bersinar, sementara desa kalian, yang ada di Negara kecil, mati di dalam bayangannya. Itulah alasan kenapa kau membangkitkannya. Dimana ada cahaya, disana juga ada kegelapan. Selama ada yang menang, pasti ada juga yang kalah. Keegoisan yang menginginkan perdamaian malah akan menyebabkan peperangan,dan kebencian terlahir untuk melindungi kasih sayang. Itu semua adalah hubungan yang tak akan bisa berubah. Setidaknya dengan cara normal. Tapi, ada kemungkinan untuk menciptakan Dunia yang hanya terdiri dari pemenang, yang hanya dari kedamaian, kasih sayang. Kalau kita bekerja sama,kita akan menemukan caranya ... Ketika kau mampu menguasai kekuatan sesungguhnya dari Rinnegan, Duniamu akan selesai. Kemarilah ...
" Nagato terdiam. Akan tetapi Yahiko, dengan tegas ia menolaknya ... "Kami tak bisa melakukan itu. Apa kau berniat untuk memanfaatkan kami? Apa yang kau katakan terdengar terlalu bagus. Dengan mengetahui penderitaan seseorang, dan berbagi air mata yang sama, kita bisa semakin dekat dengan Dunia nyata"
"Air mata yang sama ... Apa yang kau maksud adalah balas dendam?" Obito bertanya.
"Bukan, bukan itu" Ucap Yahiko. "Yang aku maksud adalah untuk saling mengerti satu sama lain" "Perkataanmu hanyalah pemanis, yang mustahil akan terjadi di Dunia ini"
"Cih, ayo pergi Konan, Nagato" Ajak Yahiko. "Kita tak bisa mempercayai mereka. Jangan dekat-dekat dengan kami lagi" Ucapnya.
"Aku akan datang kemari setiap hari di waktu yang sama" Ucap Obito ke Nagato. "Suatu hari nanti, kau juga akan menyadarinya"
"Meskipun kau mungkin tak akan menyadari rencanaku ..." Waktu berlalu, dan kini Obito dengan menggunakan topeng yang ia gunakan saat peristiwa penyerangan Konoha, telah berada di desa Konoha. Dari atas gedung, ia mengamati sekitar ...
Dan, di makam Konoha, tampak Kakashi sedang berdiri di depan pemakaman Rin. "Ini ... Sebenarnya ini adalah informasi yang sangat rahasia.
Tapi ... putra Minato sensei akan segera lahir. Generasi yang tak akan mengenal perang. Kalau saja kita juga terlahir nanti. Aku harus memberitahu ini pada Obito juga,aku pergi ... Rin" ucap kakashi di depan makam Rin, lalu Kakashi pergi. Dan setelah ia pergi, Obito mendekat ke pemakaman Rin. Kemudian ...
"Kuchiyose no Jutsu" Obito mensummon Kyuubi.
"Aku tak peduli lagi mengenai itu" Flashback pun benar2 berakhir, dan kali ini kembali ke medan perang ... "Apa-apaan, aku adalah putra dari Hokage keempat!!!!
Aku tak akan terjatuh ke dalam bujukanmu" Ucap Naruto, yang sekarang telah berhadapan dengan Uchiha Madara. "Begitu ya ... Aku mencoba untuk memberi sedikit toleransi karena kau adalah jinchuriki yang asli.
Tapi dalam hal ini, aku tak akan menahan diri" Madara mengeluarkan suatu jutsu, sebuah jutsu berbentuk naga kayu raksasa. "Ini adalah kayu naga Hashirama,yang di masa lalu menyegel Kyuubiku" Ucap Madara.
"Madara benar-benar kuat ..." Ucap Hachibi. "Itulah kenapa, ukhh ..." Gai terlihat terluka, cukup parah.
"Percuma bertarung melawannya" "Aku tak akan menahan diri melawan mayat hidup!!!!"
Teriak Naruto, tak mau menyerah begitu saja. "Bagaimanapun kau sudah mati!!!"
Pertarungan yang hebat antara naga kayu hashirama dan Kyuubi Naruto pun berlangsung.
Di sisi lain, Obito masih berhadapan dengan Kakashi ... "Kenapa? Kenapa kau mengikuti seseorang seperti Madara?" Kakashi bertanya.
"Tak ada yang perlu aku beritahukan padamu" Ucap Obito. "Satu-satunya hal yang harus aku lakukan adalah, untuk menyelesaikan pertarungan final kita"
Bersambung .............
Read more

Alur Cerita Naruto Chapter 606 : Dunia Impian

 605_2.jpg
Dengan langkah galaunya, Obito berjalan, menelusuri genangan air, melewati mayat-mayat ANBU Kirigakure yang telah dibunuhnya. Dan sambil berjalan, Obito teringat kata-kata Uchiha Madara ...
"Semakin lama kau hidup,semakin kau akan menyadari kalau kenyataan hanya akan menciptakan rasa sakit,penderitaan, dan kekosongan ..."
"Dengarlah ... Di Dunia ini, dimana ada cahaya, disana ada juga kegelapan ... Itu semua adalah hubungan yang tak akan bisa dipisahkan ..." Obito terus berjalan, menelusuri bahkan menembus mayat-mayat yang berserakan, termasuk menembus tubuh Kakashi yang rebah di tanah. "Dia kesal dengan semua hal buruk di Dunia ini dan ingin pergi menuju Dunia Impian yang penuh dengan kebaikan" Obito teringat juga akan kata-kata Zetsu putih. Akhirnya, langkah Obito terhenti saat ia telah sampai di depan tubuh Rin. Obito melihatnya terkapar tak bernyawa, meratapinya, dan ingin menyentuh wajahnya. Tapi tiba-tiba, "Berhenti" Ucap tubuh Obito. Dan ketika Obito menyentuhnya, tangannya hanya menembus wajah Rin. Obito kembali mencoba. Dan kali ini, ia bisa menyentuhnya, mengelus leher Rin yang telah tak bernyawa ...
"Dalam mimpi, semuanya bisa berjalan sesuai apa yang kau inginkan ... Kau bahkan bisa membangkitkan kembali orang yang sudah mati ... Dunia tempat para pemenang, Dunia tempat kedamaian, Dunia penuh cinta ... Aku ingin menciptakan Dunia yang hanya terdiri dari itu" "Rin ..." Obito merangkul jenazah Rin, "Aku ingin ... Menciptakan Dunia dimana kau akan hidup disana ..."
"Untuk merubah takdir Dunia ini ... Itulah, kenapa aku kembali" Obito telah kembali, menghadap Uchiha Madara. Idiologinya telah benar-benar berubah, dan kali ini ia setuju dengan segala pendapat kakek-kakek dari klan Uchiha itu. "Heh, aku harap tak seorangpun melihatmu" Ucap Madara, yang tentu saja menyambut kedatangan Obito dengan senang hati. "Obito telah membunuh semua musuhnya, jadi tak ada masalah" Ucap Zetsu putih. "Dia membiarkan Kakashi untuk untuk suatu alasan, tapi dia tak melihat apa-apa. Dan saat pasukan bantuan dari Konoha tiba, mereka bertanya-tanya siapa yang sudah mengalahkan musuh" Lanjutnya.
Kemudian, Uchiha Madara bertanya pada Obito, "Apa kau menyesal dengan rekan satu timmu dulu itu?" "Tidak, aku hanya tidak peduli" Ucap Obito. "Dia mati ataupun hidup, aku tak peduli. Kakashi akan berada di Dunia yang akan kita ciptakan, Rin juga. Beritahu aku bagaimana cara membuat Dunia Impian itu, Madara" Sejenak Madara terdiam, tersenyum, kemudian berkata, "Aku tak perlu kau mengucapkan terimakasih lagi padaku. Kemarilah. Mulai hari ini, kau adalah sang penyelamat" Obito berjalan mendekat ke Madara. "Lihat mataku" Pinta Madara, dan lalu Obitopun menatapnya. kemudian ... Deg Tiba-tiba mereka berdua berada di suatu dimensi lain ...
"!!?" Obito kaget. Kemudian Madara menjelaskan, "Kita sedang berada di alam Genjutsuku. Masih putih, tapi aku bisa menciptakan apapun yang aku mau disini dan mengontrolnya. Kalau aku terhubung dengan Mazou, aku bisa menggunakan kekuatannya untuk membuat apapun, tak peduli sedetail apapun, seperti ini ..." Tubuh tua Madara kembali muda di Dunia itu. "Dengan genjutsu ini, aku bisa menciptakan Dunia yang aku inginkan. Dan kemudian aku hanya perlu memasang genjutsu pada orang-orang, serta menyeretnya masuk ke Dunia ini juga. Dengan menggunakan bantuan bulan dan mataku untuk menciptakan genjutsu, aku bisa menciptakan Dunia Impian. Untuk menjelaskan semuanya padamu, aku akan mulai dari enam jalan pertapa dan Juubi"
Scene beralih, Obito yang memakai tubuh Tobi bersama dengan Zetsu telah berada di suatu tempat, mengawasi Nagato yang saat itu sedang bersama dengan Konan dan Yahiko. "Apa kau bisa melihat lelaki berambut merah itu?" Tubuh Tobi bertanya. "Itukah rinengan Madara?" "Ya, itu adalah mata asli Madara. Dia mentlanpantasikannya padanya saat lelaki itu masih kecil tanpa ia menyadarinya" Jelas Tobi. "Nagato berasal dari garis keturunan Senju, dialah orang satu-satunya selain Madara yang mampu mensummon Gedou Mazou" Obito kembali teringat penjelasan Madara ... "Aku mampu mendapatkan sel Hashirama. Tetapi setelah proses tlanpantasi itu pada lukaku, tak ada yang spesial awalnya. Namun ketika hidupku hampir akan berakhir, aku membangkitkan rinengan. Dan di saat yang sama, aku juga mampu menggunakan suatu segel, aku mampu mensummon cangkang kosong Juubi dari batu tempat ia disegel"
"Cangkang Kosong Juubi?" Obito bertanya. "Aku menyebutnya sebagai Gedou Mazou, dan batu tempat ia disegel adalah apa yang disebut dengan Bulan. Setelahnya, aku menjadikan cangkang itu sebagai katalisator yang mampu mengolah sel Hashirama. Dengan kata lain, manusia- manusia buatan ini pada dasarnya adalah klon Hashirama, tapi kualitasnya rendah. Kau tak akan bisa membangkitkan rinengan tanpa memiliki kekuatan Uchiha dan Senju. Dan kau tak bisa mengurus Mazou dengan baik. Setengah tubuhmu terbuat dari sel Senju. Meskipun kau tak membangkitkan rinengan, kau masih bisa mengendalikan Mazou" Flashback kuadrat berakhir, kembali ke Flashback sekarang, flashback saat Obito di dalam tubuh Tobi mengawasi Nagato.
"Pertama-tama, ayo berteman dengan Nagato, seperti apa yang Madara katakan" Ucap Tobi. "Kita akan mengumpulkan semua Bijuu, dan membangkitkan Madara dengan Rinne Tensei Nagato" Lanjut Zetsu. Kembali lagi ke penjelasan Madara ...
"Obito, aku akan mengajarimu teknik Kinjutsu klan Uchiha, dan jutsu Rikudo ... Dan juga jutsu Inyouton ..." Madara menarik bagian samping tubuh Zetsu putih, dan dari sana muncullah Zetsu hitam.
"Aku menaruh tekadku di dalamnya. Anggap saja ini sebagai setengah dariku, yah, meskipun jauh lebih lemah. Kemudian, gunakan batangan- batangan hitam yang diubah dari tekadku ke dalam bentuk itu saat kau menggunakan jutsu Rikudou. Sekarang pergilah, sampai waktunya aku dibangkitkan" Penjelasan berakhir, dan kemudian Obito di balik tubuh Tobi pergi menemui Nagato. "Kau, siapa kau?" Nagato bertanya. Kemudian Obito menjawab ... "Aku adalah, Uchiha Madara"
Bersambung ...........
Read more

Alur Cerita Naruto Chapter 605 : Neraka .. !!

 605_3.jpg

Kakashi menusuk tubuh Rin. Enta kenapa, Kakashi membunuh gadis itu. Hal ini tentu saja membuat Obito yang melihatnya benar-benar tak mengerti, Dari tatapannya, terlihat sangat jelas kalau ia kaget dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Dari sekeliling mereka, terlihat puluhan ANBU Kirigakure. Dan kelihatannya, mereka kesal.
"Sial! Dia mendapatkannya!" Ucap salah seorang dari mereka. "Padahal kita sudah susah payah mendapatkannya"
"Rin ..." Kakashi berlutut di depan tubuh Rin yang telah terbaring dalam keadaan tak bernyawa. Kakashi menangis, dan secara perlahan. Wow, matanya berubah ke dalam bentuk Mangekyou. Sama halnya dengan Kakashi, mata Obito juga mengalami hal yang sama. Mata kiri Kakashi dan Mata kanan Obito, kedua mata yang pada dasarnya memang terhubung itu sama-sama telah berubah ke bentuk Mangekyou.
Setelahnya, kakashi rebah. Sementara Obito, ia menjerit. Begitu keras dan penuh dengan emosi. HAaa...Hh.H!!!!!
Teriakan Obito membuat kaget para ANBU Kirigakure. "Gyaaaaaahhhh!!!!!!!!!"
Teriakan Obito semakin menjadi. Dan kini, seluruh tubuhnya benar-benar telah terbungkus oleh tubuh Tobi. Dan tak hanya terbungkus, bagian kanan tubuhnya bahkan mengeluarkan ranting- ranting kayu. Begitu emosi hingga tampaknya Obito tak mampu mengendalikan kekuatannya.
"Hm?"
"Bala bantuan!!?" "Dia cuma sendiri!!!" kata Salah seorang ANBU lalu melemparkan beberapa shuriken ke arah Obito.
Tap Tap Tap! Bukannya mengenai tubuh Obito, tapi shuriken-shuriken itu cuma menembusnya lalu menancap di pepohonan. "Aku tak akan pernah mengakui ... Ini ..."
"Apa itu!?" "Apa dia menghindarinya!?
" Para ANBU Kirigakure tampak kaget.
"Aku tak akan pernah mengakuinya!!!" Tobi mengamuk, melesat ke arah para ANBU dan menyerang mereka semua. "Jangan meremehkan Desa Kabut Berdarah!!!" Salah seorang ANBU mencoba untuk menahan serangannya. Namun ... Jleb!!!!
Tobi memukul, menembus tubuh shinobi itu dengan ujung tangan kanannya yang telah berubah menjadi ujung kayu ranting-ranting yang tajam. Tobi membantai mereka, dengan begitu buasnya . Tobi menghabisi satu per satu ANBU tersebut. Dan saat para ANBU mencoba untuk menyerangnya, serangan mereka hanya menembus begitu saja tubuh Tobi, dan bahkan malah mengenai rekan mereka.
"Gyaaaah!!!" "Setidaknya, dapatkan perempuan itu!!!"
"Jangan biarkan musuh mendapatkan tubuhnya!!!"
Whusss ... Whusss....
Tobi terus melesat, melesat menembus tubuh para shinobi yang hendak menyerangnya. "Tidak salah lagi!! Tubuhnya dapat menembus kita!!"
Obito menembus mereka, melesat menuju tempat Rin terkapar, dan menyerang shinobi-shinobi yang hendak meraih tubuhnya. "Gyaaah!!!!" "Gyaaaah!!!!" "
Kau mampu menggunakan Mukoton Sashiki no Jutsu dengan baik, Obito ... Aku mengerti kenapa Madara memilihmu" Ucap Tobi.
"Siapa orang itu sebenarnya?" Para ANBU mulai panik.
Sementara Obito, ia terus-terusan membantai mereka. "Tempat ini, dimana aku ..." Obito mulai bingung,stres.
"Aaaarkhhhh!!!!" Obito kembali histeris, dan kemudian memunculkan dahan-dahan raksasa yang akhirnya menusuk para ANBU, menembus langit, mengarah ke bulan.
"Aku mengerti ... Aku berada di ... Neraka" Bersambung.................
Read more

Alur Cerita Naruto Chapter 604 : Pertemuan Kembali, Lalu ?



alur cerita naruto chapter 604

Obito yang telah berdiri tegak dengan memakai tubuh mahluk yang masih tersambung ke akar-akar di bawah patung Gedou Mazou memasang kuda- kuda untuk menyerang. Dan beberapa saat kemudian, iapun memukul hancur batu raksasa yang menutupi jalannya.
"Kau menggunakan kekuatan patung itu saat terhubung pada akar, tidak buruk juga" Ucap Zetsu putih. "Aku cukup bagus kan?" Tubuh Tobi yang menutupi Obito bertanya. "Ya" Ucap Obito, dan lalu topeng yang menutupi kepalanya menjadi terbuka.
Di sisi lain, ribut-ribut setelah menghancurkan batu tadi membuat kakek Madara terbangun dari tidurnya. "Apa kau akan pergi?" Lelaki tua itu bertanya.
"Aku berterimakasih karena kau telah menyelamatkanku" Tobi melepas paksa sesuatu sejenis kabel yang menghubungkan tubuh yang dipakainya dengan akar di bawah Gedou Mazou. "Tapi, aku tetap akan pergi, aku harus pergi" Ucapnya. "kau terlalu terburu- buru ... Terlalu dini untuk berterimakasih padaku" "Aku tak berpikir kalau aku akan datang kemari lagi" Ucap Obito. "Setidaknya, aku berterimakasih padamu, aku pergi" "Kau ... Kau akan kembali lagi kesini ... Dan saat itu kau akan benar-benar berterimakasih padaku" Ucap Madara. Sementara Obito, kelihatannya ia tak begitu peduli dan langsung bertanya pada Zetsu putih, "Kau yang putih itu, dimana Kakashi dan Rin!? Tunjukan jalannya padaku!!!" "Yang sedang menempel di tubuhmu itu pada dasarnya adalah salah satu clone ku, kita bisa saling berkomunikasi menggunakan telepati ... Aku punya banyak clone yang tersebar di bawah tanah berbagai tempat, dan kami saling bertukar informasi" Jelas Zetsu putih. "Aku akan membawamu kesana menggunakan informasi itu" Ucap tubuh Tobi yang Obito kenakan. "Suara ini, mahluk berbentuk spiral ... Ya, tolong bawa aku kesana!" Dengan cepat merekapun melesat, Obito dan tubuh yang dipakainya itu. Tapi sebelum benar-benar keluar dari gua itu, mereka melewati suatu ruangan yang disana terdapat beberapa senjata raksasa dan jubah hitam. Lalu setelah mengambil salah satu jubah dan memakainya, merekapun benar-benar keluar.
"Beritahu aku keadaan Rin dan Kakashi sekarang!" Pinta Obito. kemudian, Tobipun mencari-cari informasi menggunakan telepati. "Hmm, menurut data yang ku dapat dari rekan- rekanku, mereka sedang dalam masalah besar!! Dia bilang kalau itu suatu babi percobaan dari Desa Kabut, aku tak begitu mengerti ... Dan ngomong- ngomong, Masing-masing Kakashi dan Rin dikepung oleh banyak shinobi yang kemampuannya setara Jounin atau ANBU"
"Apa yang guru Minato lakukan?" Obito kembali bertanya. "Siapa?" "Aku bilang, apa yang Kilat Kuning lakukan?" "Hmm, aku rasa dia sibuk dengan misi lainnya ..." "Di waktu seperti ini!?" Obito kesal, dan lalu teringat saat-saat terakhir sebelum mereka berpisah, saat Kakashi berjanji untuk melindungi Rin.
"Kakashi ... kau sudah berjanji! Kumohon, lindungilah Rin!! Aku akan datang di saat yang tepat!" Ucap Obito dalam hati, sambil terus bergegas menuju tempat itu. "Obito ... Sepertinya mereka akan mulai bertarung" Ucap Tobi. "Dan, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu" "Apa!?"
"kau lebih lemah daripada aku ... Dan tubuh kecilmu yang sedang terluka ini dibungkus olehku. Pada dasarnya, aku melindunginya" "Lalu kenapa?" "Aku rasa akan lebih baik kalau aku bertarung ..."
"Madara mengatakannya juga, Sharingan bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya jika mata kanan dan kiri bersama ... Kakashi, yang memiliki mata satunya sedang berada di medan pertempuran ... Kombinasiku dengannya pasti lebih baik ... kakashi dan aku akan melindungi Rin!!" Ucap Obito. "Juga tubuh Hashirama buatan yang tertanam pada tubuhmu, kalau kau menggunakan kekuatan Senju dan Uchiha, kau mungkin akan mendapat kekuatan yang belum pernah dilihat sebelumnya, tapi ..."
Shrasssshhh ... Air berjatuhan dari langit, bagai hujan. "Aku rasa cuaca hujan, api ..." "Aku mendapat info dari rekan-rekanku, kelihatannya, tempatnya disini" Ucap Tobi. Di depan, tampak ledakan- ledakan yang kelihatannya dari air. "Ayo maju!!" Deg ... Suatu perasaan tiba-tiba terlintas di benak Obito. "Ukhhh!!!" Obito menahan rasa sakit di bagian matanya yang kosong. Obito menutupi mata kirinya. Dan tiba-tiba, suatu bayangan terlintas, suatu bayangan kalau jantung Rin ditusuk oleh seseorang ... "Akkkh, apa ini!? Jangan membayangkan hal yang bukan0bukan di saat seperti ini!!! Sedikit lagi ... Sedikit lagi aku sampai" Obito membulatkan tekad, dan ia terus melangkah ke depan. Sampai akhirnya, suatu pemandangan yang benar- benar tak terduga terlihat di depannya. Apa yang tadi terlintas di benaknya, ternyata bukan hanya khayalan semata. Hal itu benar-benar terjadi. Di depannya, tampak seseorang telah menusuk jantung Rin. Dan yang sangat tidak terduga, orang yang melakukannya tak lain adalah Hatake Kakashi. "Ka-Kakashi ..." Ucap Rin untuk terakhir kalinya.
Bersambung 
Read more

Alur Cerita Naruto Chapter 603 : Rehabilitasi

Alur Cerita Naruto Chapter 603





Baca Naruto Manga 603 Bahasa Indonesia
"Sudah berapa lama sejak aku datang kemari?" Obito bertanya-tanya,
"Aku rasa sudah cukup lama kan ..."
"Bukankah itu bagus? Kau tak perlu membayar uang sewa" Ucap sesosok mahluk putih yang ada di depannya, Zetsu, yang juga bersama dengan mahluk lain berkepala mirip topeng Tobi. "Tanpa makananan ... Tanpa toilet ... dan bahkan tanpa buang air" Ucap mahluk mirip Tobi itu.
"Jangan samakan aku dengan mahluk seperti kalian, hanya setengah dari tubuhku yang menggunakan bahan aneh ini" Ucap Obito, masih kesal. "Tapi berkat itu, kau bisa bertahan tanpa makan atau minum, harusnya kau senang" Ucap Zetsu,
Zetsu putih. "Kami juga tak mau disamakan dengan dirimu, tubuh buatan yang tanpa perasaan"
"Kami memang manusia buatan, tapi kami memiliki perasaan! yah, meski kami tidak buang air sih xixixi..... Dengan kata lain, kami adalah mahluk yang lebih baik daripada dirimu, kosakata dan otak kami juga lebih hebat" "Diam!! coba buktikan kalau kalian lebih hebat dari aku"bentak obito!!!
"Ehm, kami ..."
"Sedang ..." "Mengawasimu" Zetsu putih dan tubuh Tobi itu berbicara bersama-sama. "Jangan bicara di saat yang sama, itu membuatku kesal!!!"teriak obito semakin tambah kesal
"Kami membantu penyembuhanmu, karena Madara memerintahkan kami untuk memastikan kau sembuh dan menjadi berguna saat dia bangun nanti"ucap zetsu!!" "Cih! Dia meminta boneka- boneka mengawasiku sementara dia tidur siang? Aku akan segera keluar dari sini dan kembali ke tempat Rin dan Kakashi"cibir obito kepada zetsu!!"
"Mustahil, tak ada jalan keluar disini" Ucap tubuh Tobi itu. "Setelah memerintahkan kami untuk mengurusmu, dia menutup gerbangnya dengan batu raksasa. Tapi ngomong-ngomong, daritadi kau terus saja bilang Rin Rin Rin, apa kau berencana mencari bel? Lalu kau juga bilang Bodoh Bodoh Bodoh dan Kakashi Bodoh"
"Ah benar, dia juga bilang begitu"
"Apa maksudnya itu ya?"
"Hmm, kenapa tak kita tanya pada dia saja?"
"Hei, memangnya aku benar-benar bilang begitu ya?"umpat obito "Uhm, apa aku boleh bertanya sesuatu?" Mahluk bertubuh Tobi itu hendak bertanya.
Eh!!!" "Panggilan alam, dengan kata lain, bagaimana rasanya saat buang air besar?"
"Bodoh!!!!! Kau juga sebodoh Kakashi, kenapa kau begitu tertarik dengan buang air!!!?"ucap obito "Aah, jangan marah begitu" Ucap Zetsu, "Kalau begitu beritahu kami tentang Rin dan si bodoh Kakashi"
"Aku membencimu, kau yang bertubuh spiral itu, dan dimana yang putih satunya pergi?" "Dia keluar untuk mencari informasi"
"Eh!? kalian bisa pergi keluar!!???" Obito kaget. "Ya, kami bisa bergerak menembus tanah" "Huh, ada-ada saja ... Aku terkurung disini, dengan orang yang bicara omong kosong ..." "Maaf sudah berbicara mengenai buang air" Ucap si Tobi.
"Bukan, maksudku yang dibilang oleh Madara" Ucap Obito. "Ku rasa dia memang tidak bagus saat bicara dengan bocah" "Mrubah takdir atau apalah itu aku tak mengerti ..."
"Yah, sederhananya dia mau bilang kalau ia muak dengan segala hal buruk yang ada di Dunia dan akan menciptakan Dunia impian yang hanya terdiri dari hal-hal bagus saja ... Dalam dunia mimpi, kau bisa melakukan apa saja, bahkan membangkitkan orang yang sudah mati" "Dalam Dunia mimpi?" "Yah, dia mau menciptakan negeri mimpi yang luas menggunakan genjutsu dan membawa semua orang kesana ... Yah, lebih dari sekedar membawa, dia akan memaksa mereka untuk pergi kesana, selamanya"
"Dengan genjutsu? Kedengarannya begitu bodoh sampai aku tak mengerti" Ucap Obito. "Kalau kau memiliki kekuatan sebesar Madara, kau bisa melakukan apa saja ... Sekarang dia lemah jadi ia tak bisa, dan itulah kenapa ia melakukan semua persiapan ini ..."
"Yah, apapun itu aku tak peduli ... Yang terpenting, aku akan pergi meninggalkan tempat ini!!" Sejak saat itu, Obito terus berlatih. Berlatih berdiri, berjalan, sambil terus terbayang segala kenangannya bersama Rin, kakashi, gurunya. Obito terus berlatih, tangan dan kakinya mulai tumbuh dan terus berlatih, terus begitu ...
"Aku sudah mulai bisa, sedikit lagi ..." Pikir Obito, yang terbaring di ranjang dengan tubuh yang sudah mulai pulih, serta rambut yang sudah mulai memanjang. "Sedikit lagi dan aku akan bisa bertemu dengan kalian ... Rin ... Kakashi ..." "Aku baru saja datang dari luar!!!!" Tiba-tiba Zetsu putih datang, mengejutkan lamunan Obito. "Rin dan si bodoh Kakashi itu sedang dalam bahaya!!!"
"Apa yang terjadi!!?" Obito kaget dan langsung bangun. "Mereka hanya berdua dan pasukan Shinobi Kirigakure mengepungnya!!!" Zetsu memberitahu. kemudian, Obitopun segera tanggap, cepat dan langsung menghantam batu yang menjadi penutup jalan. Akan tetapi, batu itu masih begitu tebal dan kuat, hingga membuat tangan kanan yang belum begitu kuat itu kembali rusak.
"Gaaaah ..." "Kau belum bisa menghancurkan batu itu" Ucap Tobi.
"Aku harus ... Menyelamatkan Rin dan kakashi ..."ucap obito "Kalau begitu, kau boleh memakai tubuhku" Mahluk Tobi membuka tubuhnya dan lalu menyelimuti Obito. Awalnya Obito kaget, kenapa mereka mau membantu, "Kalian orang- orangnya Madara kan? Apa ini akan baik-baik saja?"
"Madara itu orang baik" Ucap Zetsu. "Kau ingin menyelamatkan Rin dan kakashi kan?" Obito terdiam ... Dan lalu berkata, "Terimakasih" Bersambung ke
Read more

Cerita Naruto 600 : Kenapa Harus Sekarang ...



Kakashi dan Gai menatap tak percaya, "Benarkah dia Obito?? Bukankah dia sudah mati??" Guru Gai benar-benar tak mengerti. Dan ketika menatap ke arah wajah dan Mangekyou Sharingan Obito, Kakashi bisa memastikannya, "Tidak salah lagi, dia adalah Uchiha Obito"


Naruto Chapter 600
Teks Version by www.Beelzeta.com

"Kau boleh memanggilku dengan nama itu kalau kau mau, bagiku tak ada artinya" Ucap tobi, atau mungkin sekarang kita bisa memanggilnya dengan nama Obito.

Kakashi masih terdiam, dan kemudian mengingat saat-saat ia menjalankan misi terakhirnya bersama Obito. Saat-saat dimana mata Kakashi tertebas pedang lawan, saat-saat ketika Obito menolongnya, waktu ketika Sharingan Obito aktif, waktu di saat Obito ingin melindungi semuanya ...

"Waktu itu, kau ..." Kakashi terus mengingatnya. Saat dimana musuh menggunakan jutsu elemen tanah, menggunakan puing-puing batu untuk melawan mereka. Hingga akhirnya, saat dimana tubuh Obito terjebak dan Kakashi tak mampu banyak membantu ...

"Sial!!!" kakashi waktu itu berusaha mengangkat batu yang menimpa setengah tubuh Obito. Akan tetapi, kekuatannya masih sangat jauh dari cukup bahkan untuk sekedar membuatnya bergeser.

"Hentikan, Kakashi, aku sudah selesai" Ucap Obito pasrah, "Setengah dari tubuhku sudah hancur, aku sudah tak bisa merasakannya lagi"

"Aku ...
Aku benar-benar tak pantas menjadi kapten ...
Aku tak pantas menjadi Jounin" Kakashi terlihat begitu menyesal. Tapi kemudian, Obito malah tersenyum dan berkata, "Benar juga, aku satu-satunya yang belum memberi hadiah atas keberhasilanmu menjadi Jounin kan? Kau, kau boleh memiliki mataku, sharinganku ..." Tawar Obito yang tetap tegar dan ikhlas di detik-detik terakhir sebelum kematiannya.

Dan berkat bantuan medis dari Rin, Kakashipun menerima donor mata itu. Dan untuk terakhir kalinya, Obito berkata, "Kakashi ... Aku serahkan Rin ... Padamu"

"Ya" Dengan sangat terpaksa, kakashi pergi bersama Rin meninggalkan Obito yang telah terkubur di tengah reruntuhan.

----- Naruto Chapter 600 -----

"Jadi kau bertahan hidup dari saat itu?" Kakashi bertanya.

"Siapa dia!!?" Naruto tak tahu.

"Dia adalah seorang Uchiha, Shinobi Konoha yang merupakan salah seorang rekan kami ...
Dan harusnya dia sudah mati pada perang sebelumnya"

"..." Obito masih diam.

"Kalau kau benar masih hidup ...
Kenapa sampai sekarang ..."

"Aku berhasil bertahan hidup atau tidak tidaklah penting ...
tapi yah, kalau kau benar-benar ingin tahu ...
Itu karena ...
Kau membiarkan Rin mati" Ucap Obito.

Deg ...
Kakashi tak mampu berkata apa-apa.

"Huhu, Jangan terburu-buru begitu ...
Dan jangan memasang wajah seperti itu" Ucap Obito lagi ke Kakashi.

"Jadi kau mau menyalahkanku?"

"Tak ada gunanya menyalahkan kenyataan tak berguna ini ...
Aku tak tertarik dengan Dunia ini, semenjak itu mulai menghilang" Ucap Tobi, Obito.

Kakashi kembali terdiam, tampak depresi.

"Ini bukanlah saat untuk depresi!!!" Ucap Naruto, "Guru Kakashi!! Aku tak tahu apa yang sudah terjadi antara kau dan orang itu, aku akan mendengarkan ceritanya nanti, sekarang yang lebih penting adalah untuk menghentikan rencananya!!!"

"Naruto ...
Kakashi! Naruto benar" Ucap Gai, "Dunia sedang berada di tangan kita sekarang"

Kakashi masih terdiam, sementara Tobi atau Obito hendak kembali melancarkan suatu jutsu ...

"Tak ada yang perlu aku katakan padamu, hanya matilah, terikat oleh kenyataan ini! Katon Bakufu Ranbu!!!!" Tobi menggunakan jutsu tembakan pusaran api dari Mangekyounya.

"Kakashi!!"

Api itu melalap mereka, tapi tiba-tiba Naruto dengan ekor kyuubinya melindungi mereka.

"Ekor Kyuubi ..."

Hal ini menciptakan ledakan dan kepulan asap yang hebat. Dan ketika asap itu perlahan menghilang, suatu sosok yang tidak terduga-duga muncul ...

"I-Ini ..."ucap Gai terbata2, ia benar-benar kaget dengan apa yang dilihatnya. Di depan, tampak Obito tengah berdiri bersama dengan seseorang yang baru saja datang, Uchiha Madara.


"Kelihatannya kau bersenang-senang disini, Obito" Ucap Madara yg muncul tiba2 dipertempuran.

Bagaimana lanjutan Kisahnya..?
________________________________
Bersambung ke Naruto Chapter 601

Read more